TIDAK DISUKAI POSISI IMAM LEBIH TINGGI DARI MAKMUM (KECUALI KONDISI TERTENTU UNTUK KEMASLAHATAN ATAU TIDAK BISA DIHINDARI)

Ditulis Oleh Al Ustadz Abu Utsman Kharisman al-Imam Abu Dawud menuliskan judul bab dalam kitab hadits Sunan Abi Dawud: بَاب الْإِمَامِ يَقُومُ مَكَانًا أَرْفَعَ مِنْ مَكَانِ الْقَوْمِ Bab Imam berdiri di tempat yang lebih tinggi dari kaum (para makmum) Beliau meriwayatkan 2 hadits: ✅Hadits pertama: عَنْ هَمَّامٍ أَنَّ حُذَيْفَةَ أَمَّ النَّاسَ بِالْمَدَائِنِ عَلَى دُكَّانٍ فَأَخَذَ أَبُو مَسْعُودٍ بِقَمِيصِهِ فَجَبَذَهُ فَلَمَّا…

Komentar Dinonaktifkan pada TIDAK DISUKAI POSISI IMAM LEBIH TINGGI DARI MAKMUM (KECUALI KONDISI TERTENTU UNTUK KEMASLAHATAN ATAU TIDAK BISA DIHINDARI)

JUAL BELI DUA HARGA: DEFINISI DAN HUKUMNYA

Ditulis Oleh Al - ustadz Abu Utsman Kharisman) عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعَتَيْنِ فِي بَيْعَةٍ Dari Abu Hurairah –radhiyallahu anhu- beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam melarang dari 2 transaksi (harga) dalam satu transaksi (H.R atTirmidzi, anNasaai, sesuai lafadz atTirmidzi dihasankah atTirmidzi dan Muqbil bin Hadi, dishahihkan al-Albaniy) Dalam lafadz riwayat Abu…

Komentar Dinonaktifkan pada JUAL BELI DUA HARGA: DEFINISI DAN HUKUMNYA

PENJELASAN SYAIKH BIN BAZ SEPUTAR SHALAT IED: TEMPAT PELAKSANAAN DAN BAGAIMANA JIKA TERLAMBAT

Penerjemah: Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Pertanyaan: Pada waktu shalat Ied, kami semua keluar (untuk melaksanakannya) baik laki-laki maupun wanita. Namun ketika hujan, kami shalat di masjid. Karena musholla Ied terbuka. Masjid yang kami pakai untuk shalat itu kecil. Tidak bisa menampung semua jamaah. Maka kami pun mengadakan shalat berjamaah beberapa gelombang. Setelah shalat jamaah Ied gelombang terakhir, Imam berdiri…

Komentar Dinonaktifkan pada PENJELASAN SYAIKH BIN BAZ SEPUTAR SHALAT IED: TEMPAT PELAKSANAAN DAN BAGAIMANA JIKA TERLAMBAT

BOLEHKAH MENJAMAK SHOLAT SAAT DIBUTUHKAN, PADAHAL BUKAN SEBAGAI MUSAFIR?

Ditulis Oleh Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Di dalam hadits Shahih Muslim, Sahabat Nabi Ibnu Abbas radhiyallahu anhu mengatakan: جَمَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ بِالْمَدِينَةِ فِي غَيْرِ خَوْفٍ وَلَا مَطَرٍ Rasulullah shollallahu alaihi wasallam menjamak antara Dzhuhur dengan Ashar dan Maghrib dengan Isya’ di Madinah bukan karena takut dan juga bukan karena hujan.…

Komentar Dinonaktifkan pada BOLEHKAH MENJAMAK SHOLAT SAAT DIBUTUHKAN, PADAHAL BUKAN SEBAGAI MUSAFIR?

PENJELASAN DOA DALAM QUNUT WITIR

Penerjemah: Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Pertanyaan: Sebagian Imam –semoga Allah memberikan taufiq kepada mereka- mengubah doa qunut di Ramadhan menjadi nasihat untuk menggerakkan hati orang yang shalat dan membuat mereka menangis, mengingatkan akan Neraka dan kengeriannya, tentang kubur dan kondisi penghuninya, seperti dia berdoa: اللَّهُمَّ انْقُلْهُمْ مِنْ ضِيْقِ اللُّحُوْدِ وَمَرَاتِعِ الدُّوْدِ إِلَى جَنَّاتِكَ جَنَّاتِ الْخُلُوْدِ Ya Allah, pindahkanlah mereka…

Komentar Dinonaktifkan pada PENJELASAN DOA DALAM QUNUT WITIR