HADIRILAH….. *Kajian ilmiah Islamiyyah *ADAB BERTETANGGA* 06/05/2017

  بسم الله الرحمن الرحيم Dengan mengharap ridho Allah semata. ..HADIRILAH..... *Kajian ilmiah Islamiyyah* *_Bersama : Ustadz muhammad bin Umar Assewed Hafidhohullah_* _(Pengasuh Ma’had Dhiya'us Sunnah Cirebon)_ Yang insyaa alloh dilaksanakan pada: ####################### ?Hari/tanggal : *Sabtu, 6 Mei 2017* ?Tema: *ADAB BERTETANGGA* Waktu: *Pukul 18.00 s/d 20.30 WIB* Tempat: *Masjid Al-Ikhlas* Perum Taman Asri (Belakang STKIP) Kota Pasuruan ####################### Hari/tanggal…

Komentar Dinonaktifkan pada HADIRILAH….. *Kajian ilmiah Islamiyyah *ADAB BERTETANGGA* 06/05/2017

HADIR & IKUTI KAJIAN ISLAM ILMIYAH *MENITI DAKWAH BIJAK* Ahlussunnah Wal Jama’ah 12/04/2017

DENGAN MENGHARAP RIDHO ALLOH TA’ALA SEMATA *HADIR & IKUTI KAJIAN ISLAM ILMIYAH* إن شآء الله *SABTU* _17 Rojab 1438 H_ _15 April 2017 M_ Pemateri *Al Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad Afifuddin As-Sidawi حفظه الله* _[Pengasuh Ma'had Daarul Hadits Al-Bayyinah Sidayu Gresik, Jawa Timur]_ Tema: *MENITI DAKWAH BIJAK* Ahlussunnah Wal Jama'ah Tempat : *Masjid Ma'had Ittibaus Sunnah Dk.Karangwuni, Kel.Tanjungan, Kec.Wedi, Kab.Klaten* *Waktu…

Komentar Dinonaktifkan pada HADIR & IKUTI KAJIAN ISLAM ILMIYAH *MENITI DAKWAH BIJAK* Ahlussunnah Wal Jama’ah 12/04/2017

Ketentuan dan Adab Dalam Bergurau atau Bercanda

di tulis oleh al ustadz Abu Utsman Kharisman 1. Bergurau Hanya Saat Dibutuhkan, Tidak Sering atau Menjadi Mayoritas Isi Kehidupannya. وَلَا تُكْثِرِ الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ Janganlah engkau banyak tertawa karena sesungguhnya banyak tertawa itu mematikan hati (H.R atTirmidzi, dihasankan Syaikh al-Albaniy) Tujuan bergurau yang baik sebenarnya adalah untuk semakin merekatkan hubungan persaudaraan dengan sesama muslim, melapangkan dada,…

Komentar Dinonaktifkan pada Ketentuan dan Adab Dalam Bergurau atau Bercanda

KITAB KE-1: KITABUL IMAN (KEIMANAN). Bab ke-23 : Penjelasan Bahwa Dien itu adalah anNashiihah.

 Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah ✅ Hadits no 95. حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادٍ الْمَكِّىُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ قُلْتُ لِسُهَيْلٍ إِنَّ عَمْرًا حَدَّثَنَا عَنِ الْقَعْقَاعِ عَنْ أَبِيكَ قَالَ وَرَجَوْتُ أَنْ يُسْقِطَ عَنِّى رَجُلاً قَالَ فَقَالَ سَمِعْتُهُ مِنَ الَّذِى سَمِعَهُ مِنْهُ أَبِى كَانَ صَدِيقًا لَهُ بِالشَّامِ ثُمَّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى…

Komentar Dinonaktifkan pada KITAB KE-1: KITABUL IMAN (KEIMANAN). Bab ke-23 : Penjelasan Bahwa Dien itu adalah anNashiihah.

Bolehkah Menjamak Sholat Saat Dibutuhkan, Padahal Bukan Sebagai Musafir?

di tulis Oleh Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Di dalam hadits Shahih Muslim, Sahabat Nabi Ibnu Abbas radhiyallahu anhu mengatakan: جَمَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ بِالْمَدِينَةِ فِي غَيْرِ خَوْفٍ وَلَا مَطَرٍ Rasulullah shollallahu alaihi wasallam menjamak antara Dzhuhur dengan Ashar dan Maghrib dengan Isya’ di Madinah bukan karena takut dan juga bukan karena hujan.…

Komentar Dinonaktifkan pada Bolehkah Menjamak Sholat Saat Dibutuhkan, Padahal Bukan Sebagai Musafir?