Bahaya Kristenisasi 1

Bahaya Kristenisasi 1

Beritahu yang lain

Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِّنْ عِندِ أَنفُسِهِم مِّن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ

“Sebahagian  besar  Ahli  Kitab  menginginkan  agar  mereka  dapat mengembalikan  kalian  kepada  kekafiran  setelah  kalian  beriman, karena  dengki  yang  (timbul)  dari  diri  mereka  sendiri,  setelah  nyata bagi  mereka kebenaran.” (Al-Baqarah : 109)

[Hati-hati Kristenisasi!]

 Peringatan bagi Kaum Muslimin terhadap Tipu Muslihat Pengkristenan

Syaikh Abul ‘Abbas Yasin Bin ‘Ali Al-‘Adeni

 [Pengajar Aqidah di markas Dar Hadits Dammaj, Ma’bar dan Viyusy di Yaman]

Segala puji yang sempurna hanya bagi Allah Dzat Yang Menciptakan jin dan manusia, Dzat Yang Mengkhususkan iman bagi hamba-Nya yang dia kehendaki, Dzat Yang Menunjukkan jalan yang lurus kepada-Nya untuk mencapai derajat kemuliaan dan derajat ihsan semata-mata dengan sebab kedermawanan-Nya. Semoga shalawat dan salam yang sempurna tercurahkan bagi Nabi-Nya Muhammad keturunan Adnan serta keluarganya dan shahabatnya yang mulia yang Allah khususkan dengan din yang haq yang menjadi penimbang kebenaran terhadap seluruh pemeluk agama. Dan saya bersaksi bahwa tiada ilah (sesembahan yang benar) selain Allah tida sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan rasul-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Ali ‘Imran : 102)

 

ا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kalian saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian.” (An-Nisa: 1)

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا(×Þ)

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا(ÞØ)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagi kalian amalan-amalan kalian dan mengampuni bagi kalian dosa-dosa kalian. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.”(Al-Ahzab 70-71)

 

 Amma ba’du:

Sesungguhnya sebenar-benarnya ucapan adalah kalam (ucapan) Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, sejelek-jelek perkara adalah perkara yang dibuat-buat (dalam urusan din), setiap perkara yang dibuat-buat (dalam urusan din) adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat dan setiap (pelaku) kesesatan adalah di neraka.

Wahai kaum muslimin, sesungguhnya di antara perkara yang semestinya seorang muslim berbangga diri dengannya adalah din Islam. Di mana tidaklah Allah mengutus Nabi-Nya yakni Muhammad dan tidaklah Allah menurunkan kitab-Nya kecuali karena din Islam. Hanya pada din Islam terdapat kemuliaanmu, ketinggianmu serta kejayaanmu wahai saudaraku muslim!.

Sesungguhnya ahli kitab (orang-orang Yahudi dan Nashrani) telah diberi kabar gembira dengan kedatangan seorang Nabi (yakni Muhammad). Dan mereka meyakini bahwa Allah menjadikan pertolongan (kemenangan) serta kemuliaan mereka dengan sebab keluarnya Nabi tersebut kepada mereka.

Allah berfirman:

وَلَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِّنْ عِندِ )اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا مِن قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَاءَهُم مَّا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ ۚ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِين(ßà)

بِئْسَمَا اشْتَرَوْا بِهِ أَنفُسَهُمْ أَن يَكْفُرُوا بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ بَغْيًا أَن يُنَزِّلَ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ عَلَىٰ مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۖ فَبَاءُوا بِغَضَبٍ عَلَىٰ غَضَبٍ ۚ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ(×à)

“Dan setelah datang kepada mereka Al Qur’an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu. Alangkah buruknya (perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.” (Al-Baqarah 89-90)

Disebutkan di dalam shahih Al-Bukhari dan Muslim bahwa sesungguhnya Hiraql raja Romawi berkata kepada Abu Sufyan tentang keadaan Nabi Muhammad:

“Jika yang engkau ceritakan itu benar, niscaya dia akan menguasai kerajaan yang berada di bawah kedua telapak kakiku ini. Dan aku yakin bahwa Nabi tersebut akan muncul. Namun aku tidak menyangka bahwa dia dari kalangan kalian. Seandainya aku tahu bahwa aku bisa keluar menemuinya niscaya aku akan menempuh jalan tersebut -sesulit apapun jalan tersebut- sehingga aku bisa bertemu dengannya.”

Di dalam shahih Al-Bukhari dan Muslim dari shahabat Thariq bin Syihab, beliau berkara: “Ada seorang Yahudi datang menemui ‘Umar. Lalu dia berkata: “Wahai Amirul Mukminin, satu ayat di dalam kitab kalian yang kalian baca, seandainya ayat tersebut turun kepada kami – orang-orang Yahudi- niscaya kami jadikan hari tersebut sebagai hari ‘Id (hari raya).’Umarpun berkata: “Ayat apa itu?” Dia berkata:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagi kalian.” (Al-Maidah: 3)

Namun ketika Allah utus rasul tersebut dari kalangan Quraisy (dari ‘Arab) merekapun mengingkarinya karena hasad (dengki) dan permusuhan (yang ada pada diri-diri mereka). Sehingga mereka membuat tipu daya terhadap kaum muslimin. Sebagaimana yang Allah kabarkan tentang mereka, Allah berfirman:

وَدَّ كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّن بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِّنْ عِندِ أَنفُسِهِم مِّن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ

“Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kalian kepada kekafiran setelah kalian beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.” (Al-Baqarah : 109)

Allah berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِّنَ الْكِتَابِ يَشْتَرُونَ الضَّلَالَةَ وَيُرِيدُونَ أَن تَضِلُّوا السَّبِيلَ

“Apakah kalian tidak melihat orang-orang yang telah diberi bahagian dari Al Kitab (Taurat)? Mereka membeli (memilih) kesesatan (dengan petunjuk) dan mereka bermaksud supaya kalian tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar).” (An-Nisa’ :44)

Allah sebutkan di dalam ayat yang mulia ini bahwa orang-orang yang diberi sebagian dari kitab -sementara mereka sendiri menjual hidayah kebenaran dengan kesesatan- menginginkan pula untuk menyesatkan kaum muslimin.

Allah sebutkan pada ayat sebelumnya bahwa banyak dari kalangan mereka berangan-angan untuk memurtadkan kaum muslimin. Faktor yang memicu mereka untuk bertidak demikian hanyalah hasad. Hal ini tidaklah muncul pada diri mereka melainkan setelah mengenal haq (kebenaran).

Allah berfirman:

وَدَّ كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّن بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِّنْ عِندِ أَنفُسِهِم مِّن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ

 “Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kalian kepada kekafiran setelah kalian beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.” (Al-Baqarah : 109)

 Insya Allah, Sambungan dari tulisan ini akan kami sampaikan pada kesempatan mendatang.