APAKAH JIKA DITIMPA KESEDIHAN ATAU DIRUNDUNG MASALAH DISUNNAHKAN SHOLAT?

APAKAH JIKA DITIMPA KESEDIHAN ATAU DIRUNDUNG MASALAH DISUNNAHKAN SHOLAT?

Beritahu yang lain

Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Di Tulis Oleh Al Ustadz Abu Utsman Kharisman

Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Dan minta tolonglah dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya itu berat (dilakukan) kecuali oleh orang-orang yang khusyu’ (Q.S al-Baqoroh ayat 45)

عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلَّى

Dari Hudzaifah –radhiyallahu anhu- beliau berkata: Nabi shollallahu alaihi wasallam jika ditimpa permasalahan penting; kesedihan; kesusahan, beliau melakukan sholat (H.R Abu Dawud, dihasankan Syaikh al-Albaniy) Sahabat Nabi Ibnu Abbas radhiyallahu anhu juga pernah mendapat berita duka meninggalnya saudaranya, Qutsam saat beliau dalam perjalanan. Kemudian beliau berhenti sejenak untuk sholat sunnah karena kesedihan itu kemudian melanjutkan perjalanan.

عَنْ عُيَيْنَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمن، عَنْ أَبِيْهِ: أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ نُعِيَ إِلَيْهِ أَخُوْهُ قُثَم وَهُوَ فِي سَفَرٍ، فَاسْتَرْجَعَ، ثُمَّ تَنَحَّى عَنِ الطَّرِيْقِ، فَأَناَخَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ أَطَالَ فِيْهِمَا الْجُلُوْسَ، ثُمَّ قَامَ يَمْشِي إِلَى رَاحِلَتِهِ وَهُوَ يَقُوْلُ: { وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ

{ Dari Uyainah bin Abdirrohman dari ayahnya bahwa Ibnu Abbas pernah diberi kabar meninggalnya saudara laki-lakinya (yang bernama) Qutsam pada saat beliau sedang dalam perjalanan safar. Kemudian Ibnu Abbas beristirja’ (mengucapkan Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun) kemudian menepi di pinggir jalan, mengikat kendaraannya kemudian sholat dua rokaat, memanjangkan waktu duduknya. Kemudian beliau bangkit menuju kendaraannya sambil membaca (ayat):

<< dan minta tolonglah dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya itu berat (dilakukan) kecuali oleh orang-orang yang khusyu’ (diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya dan Said bin Manshur, dihasankan sanadnya oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Baari) Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah menyatakan: Jika engkau ditimpa sesuatu hal yang membutuhkan kesabaran, bersabarlah dan kuatkanlah diri untuk menanggungnya. Ketahuilah sesungguhnya pertolongan (akan datang) bersama kesabaran dan sesungguhnya jalan keluar bersama kesempitan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

Sedangkan sholat akan menolong (menyelesaikan permasalahan) Dien maupun duniawi. Sehingga Rasul shollallahu alaihi wasallam disebutkan bahwa jika beliau dirundung permasalahan atau kesedihan (hazabahu amr), maka beliau bersegera menuju sholat. Allah menjelaskan dalam KitabNya bahwa sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar.

Jika seseorang meminta pertolongan dengan sholat terhadap permasalahan yang dihadapinya, Allah akan memberikan kemudahan. Karena sholat adalah penghubung antara seorang hamba dengan Tuhannya. Seorang berdiri di hadapan Allah, bermunajat (berbisik), berdoa, mendekatkan diri kepadaNya dengan berbagai taqorrub yang ada dalam sholat, maka ini menjadi sebab datangnya pertolongan (syarh Riyaadish Sholihiin libni Utsaimin (1/29))