Jawaban terhadap SYUBHAT Munajat Darul Fitnah Yogyakarta

Jawaban terhadap SYUBHAT Munajat Darul Fitnah Yogyakarta

Beritahu yang lain

Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

ASY SYAIKH BADR BIN MUHAMMAD AL BADR HAFIZHAHULLAH

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Berikut ini adalah tanya jawab antara Al Ustadz Abu Jundi (pengajar di Mahad An Nur Al Atsary Ciamis) dengan Asy-Syaikh Badr hafizhahumallah mengenai salah satu syubhat yang disebarluaskan oleh Munajat (yang orang ini [bersama kawan-kawannya dari jaringan MLM dan Halabiyun] memang sangat aktif menyuarakan syubuhat dan talbisat melalui akun resminya, Darussunnah Al Islamy Yogyakarta:

Penanya:

“Syaikh kami, semoga Allah menjaga Anda, ada seseorang yang mengatakan bahwa Al-Imam An-Nawawy mengambil ilmu dari Al-Karabisy, walaupun Al-Imam Ahmad telah memvonisnya sebagai mubtadi’ dan mentahdzir kaum Muslimin dari kesesatan Al-Karabisy, karena dia telah meyakini bahwa Al-Qur’an adalah makhluk. Apakah ucapan dia ini benar dan apa nasehat Anda untuk kami?”

Jawaban:

“Wallahu a’lam tentang keshahihannya.”

Penanya:

“Syaikh kami, orang ini berdalil dengan kisah tersebut untuk menguatkan pendapatnya bahwa boleh mengambil ilmu dari seorang ulama, walaupun ulama tersebut telah dijarh oleh ulama lain yang diakui keilmuannya. Mohon faedahnya, semoga Allah menjaga Anda.”

Asy-Syaikh:

“INI OMONG KOSONG. TIDAK ADA YANG MENGATAKANNYA KECUALI ORANG YANG HATINYA SAKIT.”

Teks Arabicnya:

 السائل: يا شيخنا حفظكم الله، رجل يقول إن الإمام النووي كان يأخذ علما من الكرابيسي وإن كان الإمام أحمد قد بدعه وحذر المسلمين من الكرابيسي لأنه يقول بخلق القرآن، فهل هذا الكلام صحيح؟ وما نصيحتكم لنا؟

 الشيخ: الله أعلم في صحته

 السائل: يا شيخنا هذا الرجل استدل بتلك القصة ليقوي رأيه في أنه يجوز أن يأخذ علما من عالم مع أنه قد جرحه العالم المعتبر. أفيدونا حفظكم الله.

 الشيخ: هذا كلام فارغ

لا يقوله إلا رجل مريض القلب.