ISTANA UMAR DI SURGA

ISTANA UMAR DI SURGA

Beritahu yang lain

Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

ISTANA UMAR DI SURGA

al-Imam Muslim rahimahullah menyebutkan dalam Shahihnya:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو وَابْنِ الْمُنْكَدِرِ سَمِعَا جَابِرًا يُخْبِرُ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ح وَحَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ – وَاللَّفْظُ لَهُ – حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنِ ابْنِ الْمُنْكَدِرِ وَعَمْرٍو عَنْ جَابِرٍ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « دَخَلْتُ الْجَنَّةَ فَرَأَيْتُ فِيهَا دَارًا أَوْ قَصْرًا فَقُلْتُ لِمَنْ هَذَا فَقَالُوا لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ. فَأَرَدْتُ أَنْ أَدْخُلَ. فَذَكَرْتُ غَيْرَتَكَ ». فَبَكَى عُمَرُ وَقَالَ أَىْ رَسُولَ اللَّهِ أَوَعَلَيْكَ يُغَارُ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdillah bin Numair (ia berkata) telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amr dan Ibnul Munkadir keduanya mendengar Jabir menyampaikan hadits dari Nabi shollallahu alaihi wasallam (perpindahan sanad ke jalur lain) dan telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb – lafadz sesuai riwayat darinya – (ia berkata) telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Ibnul Munkadir dan ‘Amr dari Jabir dari Nabi shollallahu alaihi wasallam beliau bersabda: << Aku masuk ke dalam Surga. Aku melihat di dalamnya rumah atau istana. Aku berkata: Milik siapakah ini? Mereka berkata: itu milik Umar bin al-Khoththob. Aku pun hendak memasukinya. Kemudian aku ingat kecemburuanmu >> Maka Umar pun menangis dan berkata: wahai Rasulullah, apakah terhadap anda pantas untuk dicemburui?

*Catatan Penerjemah:*

Nabi melihat ke dalam Surga dan di dalamnya terdapat istana. Ketika ditanya milik siapakah istana itu? Orang di sekitarnya berkata bahwa istana itu milik Umar. Hal itu menunjukkan istana-istana di Surga sudah diketahui siapa pemiliknya masing-masing. Nabi berencana memasuki istana itu untuk menceritakan kondisi di dalamnya kepada Umar. Namun, Nabi teringat bahwa mungkin saja di dalam terdapat bidadari-bidadari yang disediakan untuk Umar. Kemudian beliau mengurungkan niatnya karena khawatir Umar cemburu. Umar mendengar hal itu menangis dan berkata: Apakah pantas aku cemburu pada anda wahai Rasulullah? (disarikan dari al-Ifshoh ‘an Ma’aaniy as-Shihhah karya Ibnu Hubairoh (8/283)).

Dalam riwayat lain, Umar bin al-Khoththob radhiyallahu anhu berkata:

وهل هداني الله عز وجل إلا بك وهل رفعني الله إلا بك ، وهل من علي إلا بك

Bukankah Allah Azza Wa Jalla memberikan hidayah kepadaku dengan sebab anda (wahai Rasulullah)? Bukankah Allah mengangkat derajatku dengan sebab anda? Bukankah apa yang dianugerahkan kepadaku dengan sebab anda? (riwayat Abu Bakr bin Iyaasy dari Humaid, dinukil dalam Fathul Baari)

<< Shahih Muslim no (20 – 2394) Kitab Fadhoilus Shohaabah, penerjemah: al ustadz Abu Utsman Kharisman >>