Beranda Tafsir Tafsir as-Sa’diy Surat al-Ahzab ayat 33

Tafsir as-Sa’diy Surat al-Ahzab ayat 33

62
0
BERBAGI

Ditulis oleh Al Ustadz abu Utsman Kharisman

Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَرْنَ فِى بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجٰهِلِيَّةِ الْأُولٰى  ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلٰوةَ وَءَاتِينَ الزَّكٰوةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ  ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

“Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan tegakkanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kalian, wahai Ahlulbait (istri, kerabat, dan keturunan Rasul) dan membersihkan kalian sebersih-bersihnya.”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 33)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy rahimahullah menyatakan:

Tetap tinggallah di rumah kalian (wahai para wanita), karena itu lebih selamat dan lebih menjaga bagi kalian. “Dan janganlah berhias seperti orang-orang Jahiliyyah terdahulu”. Yaitu janganlah banyak keluar dengan berhias atau memakai wewangian seperti kebiasaan orang-orang Jahiliyyah terdahulu yang tidak berilmu dan tidak memiliki Dien. Semua ini untuk mencegah keburukan dan penyebab-penyebabnya.

Setelah Allah memerintahkan kepada mereka untuk bertakwa secara umum, dan menerapkan bagian-bagian dari ketakwaan, Allah mengkhususkan penyebutannya karena wanita membutuhkannya.

Demikian juga Allah memerintahkan mereka untuk taat, khususnya sholat dan zakat, yang keduanya sangat dibutuhkan oleh mereka. Setiap pihak sangat membutuhkannya. Keduanya adalah ibadah yang paling utama, dan merupakan ketaatan yang paling mulia.

Di dalam sholat terdapat keikhlasan terhadap (Allah) yang disembah dan dalam zakat terdapat perbuatan baik kepada para hamba.

Kemudian Allah perintahkan kepada mereka untuk bersikap taat secara umum, dengan menyatakan: “Taatilah Allah dan Rasul-Nya”. Masuk dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah segala yang diperintahkan, baik yang diwajibkan maupun dianjurkan.

“Sesungguhnya Allah menginginkan bagi kalian…”dengan perintah dan laranganNya itu “untuk menghilangkan kekotoran dan keburukan pada kalian wahai Ahlul Bait dan membersihkan kalian sebersih-bersihnya. Sehingga kalian menjadi bersih dan suci.

Artinya, pujilah Allah Rabb kalian dan bersyukurlah atas perintah dan larangan ini yang memberitahukan kemaslahatan untuk kalian. Itu murni untuk kebaikan kalian. Allah tidak menghendaki untuk kalian dengan perintah dan larangan itu kesulitan dan kesempitan. Justru untuk menyucikan jiwa dan membersihkan hati kalian, serta memperbaiki amalan kalian dan memperbesar pahala kalian (Taisiir Kariimir Rahmaan fii Tafsiiri Kalaamil Mannaan)