Beranda Hadist KAJIAN ILMU MUSTHOLAH HADITS : Hadits Dhaif (Lemah)

KAJIAN ILMU MUSTHOLAH HADITS : Hadits Dhaif (Lemah)

138
0
BERBAGI

Matan Mandzhumah al-Baiquniyyah:

٦ – وَكُلُّ مَا عَنْ رُتْبَةِ الْحُسْنِ قَصُرْ … فَهْوَ الضَّعِيفُ وَهْوَ أَقْسَاماً كَثُرْ

Dan setiap (hadits) yang tidak sampai pada derajat hasan…maka itu adalah dhaif yang macam (penyebabnya) banyak

💡Penjelasan:

Al-Imam al-Baiquniy rahimahullah mengisyaratkan bahwa hadits dhaif itu adalah hadits yang tidak sampai pada derajat hasan. Hadits dhaif adalah hadits yang tidak bisa dijadikan sebagai hujjah.

Beberapa penyebab suatu hadits lemah, adalah:

  1. Terputusnya sanad, seperti munqothi’, mursal, mu’dhol, dan mu’allaq
  2. Status perawi yang lemah, bisa jadi karena tidak kokoh hafalan atau tulisan (tidak dhobith), atau bisa jadi karena tidak memenuhi kriteria keadilan. Atau perawi tidak dikenal. Bisa pula perawi yang mudallis pada riwayat mu’an-‘an.
  3. Menyelisihi riwayat yang lebih shahih: syadz atau munkar
  4. Memiliki illat qodihah (penyakit yang tercela)

Al-Imam al-Baiquniy menjelaskan bahwa sebab-sebab kelemahan suatu hadits banyak. Akan disebutkan beberapa macam istilah yang menjadi indikasi kelemahannya pada bait-bait selanjutnya.

(dikutip dari buku “Mudah Memahami Ilmu Mustholah Hadits (Syarh Mandzhumah al-Baiquniyyah, Abu Utsman Kharisman)