Beranda Fiqih MEMINTA TOLONG DENGAN SABAR DAN SHOLAT

MEMINTA TOLONG DENGAN SABAR DAN SHOLAT

284
0
BERBAGI

Penerjemah: Al Ustadz Abu Utsman Kharisman

Pertanyaan:

Seorang pendengar….bertanya tentang tafsir firman Allah Ta’ala:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Dan minta tolonglah dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya itu sulit dilakukan kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ (Q.S al-Baqoroh ayat 45)?

Jawaban Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah:

Sesuai dzhahirnya, Rabb Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi memerintahkan untuk meminta tolong dengan sabar dan sholat dalam urusan dunia dan agama. Nabi shollallahu alaihi wasallam jika mengalami hal yang membuat beliau bersedih, segera melakukan sholat. Sholat adalah sebab terbesar dimudahkannya urusan dan didapatkannya solusi bagi permasalahan-permasalahan.

Jika seseorang mengalami hal yang menyusahkan, apakah itu hutang, adanya orang yang dzhalim, atau hal lain semisalnya, hendaknya ia sholat dan berdoa kepada Rabbnya. Beristighotsah (kepada Allah) agar hutangnya bisa dilunasi, atau terhindar dari kejahatan orang yang dzhalim, agar Allah menolong dia untuk berdzikir dan bersyukur.

Hendaknya dia juga bersabar ketika mengalami kesulitan dalam mencari rezeki, sabar dalam taat kepada Allah. Demikian pula ia bersabar dalam meninggalkan kemaksiatan kepada Allah. Berusaha menyelisihi hawa nafsunya. Meminta tolong kepada Allah dalam hal itu.

Ia menunaikan kewajiban dari Allah seperti sholat berjamaah, berbakti kepada kedua orangtua, menyambung silaturrahmi, membayar hutang, dan selainnya yang Allah perintahkan. Hendaknya ia bersabar dan tidak merasa jemu. Jangan malas dan merasa lemah. Hendaknya ia terus bersabar untuk menunaikan kewajiban, dan menjauhi keharaman. Serta meminta tolong kepada Allah dalam hal itu. Ia tunaikan sholat sebagaimana Allah perintahkan. Baik yang wajib maupun sunnah, sebagaimana Allah perintahkan.

Ia pun meminta tolong dengan sholat, yaitu dengan mengerjakannya, agar bisa melakukan ketaatan kepada Allah, dan menunaikan hak-hak (orang lain). Karena sholat adalah penolong terbaik. Ia sholat, mengingat Allah, berdoa, meminta tolong di dalam sujudnya, di antara 2 sujud, dan di akhir sholat (setelah salam) ia mengangkat tangannya dan berdoa kepada Rabbnya: Ya Allah berikan aku kemudahan dalam hal ini, ya Allah berikan aku ini…Itu dilakukan setelah salam. Atau, di waktu kapan saja ia mengangkat tangannya berdoa kepada Rabbnya, meminta perlindungan kepadaNya, meminta kepadaNya agar menolongnya dalam melunasi hutang, menolongnya agar bisa selamat dari orang yang dzhalim, menolongnya agar bisa menunaikan haji, menolongnya untuk bisa berbakti kepada orangtua, dan seterusnya. Ia merendahkan dirinya di hadapan Allah dan meminta kepadaNya.

Sholat menolongnya akan hal itu. Karena sholat adalah ibadah yang agung. Jika ia sholat dan meminta kepada Rabbnya, merendahkan diri kepadaNya, untuk menolongnya dalam mengerjakan tugas-tugasnya, itu adalah suatu hal yang indah, baik, dan bermanfaat.

Sedangkan makna firman Allah (yang artinya): Sesungguhnya itu berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’: Sholat berat bagi orang-orang yang malas dan lemah imannya. Namun, orang-orang yang khusyu’ (takut kepada Allah), yang beriman, dan jujur, akan dimudahkan melaksanakannya. Mudah baginya. Karena mereka mengetahui keutamaannya dan besarnya pahalanya.

Mereka bersegera melaksanakannya dengan semangat, kuat, dan keinginan besar. Karena mereka mengetahui nilainya. Mereka mengetahui kedudukan sholat. Maka itu tidak berat bagi mereka.

Namun sholat terasa berat bagi para pemalas dan orang-orang yang lemah imannya, yang tidak mengetahui kedudukan dan keagungan sholat. Dan Allah semata tempat meminta pertolongan.

Sumber: https://binbaz.org.sa/fatwas/18718/%D8%AA%D9%81%D8%B3%D9%8A%D8%B1-%D9%82%D9%88%D9%84%D9%87-%D8%AA%D8%B9%D8%A7%D9%84%D9%89-%D9%88%D8%A7%D8%B3%D8%AA%D8%B9%D9%8A%D9%86%D9%88%D8%A7-%D8%A8%D8%A7%D9%84%D8%B5%D8%A8%D8%B1-%D9%88%D8%A7%D9%84%D8%B5%D9%84%D8%A7%D8%A9