Beranda Fatwa-Fatwa HUKUM MEMBAKAR AL-QUR’AN KARENA LUPA ATAU SENGAJA

HUKUM MEMBAKAR AL-QUR’AN KARENA LUPA ATAU SENGAJA

131
0
BERBAGI

Mufti: Fadhilatul Imam al-‘Allamah Abdul Aziz bin Baz rahimahullah

Pertanyaan:

“Surat ini datang dari Fathullah Jarjis dari Niniwa, Iraq. Dia berkata pada suratnya tersebut:
Apakah balasan terhadap orang yang membakar al-Qur’anul Karim karena lupa dan dia tidak mengetahuinya kecuali setelah perbuatannya berlalu sekian lama?”

📌 Jawaban:

” Dia tidak berdosa selama dia melakukannya karena lupa, atau dia sengaja membakarnya karena (al-Qur’an tersebut) tercecer, tidak dipakai lagi, lalu dia membakarnya agar tidak dihinakan, maka tidak mengapa. Karena al-Qur’an itu apabila telah sobek, terkoyak, dan tidak dimanfaatkan lagi, maka hendaklah dibakar atau dikubur di tempat yang baik sehingga tidak dihinakan. Jika dia membakarnya karena lupa, dia tidak tahu bahwa itu adalah mushhaf al-Qur’an, maka dia tidak berdosa dalam masalah itu. Atau dia membakarnya dengan sengaja karena telah sobek, tidak bisa dibaca, hendaklah dia membakarnya agar tidak dihinakan, maka ini tidak mengapa.

👎🏻 Adapun apabila dia membakarnya karena ingin menghina, benci, atau marah padanya (al-Qur’an) maka ini adalah kemurtadan dari Islam, kita berlindung kepada Allah. Orang yang membakarnya karena benci dan marah pada al-Qur’an, ini adalah kemungkaran yang besar dan (salah satu bentuk) kemurtadan dari Islam. Demikian pula apabila dia mendudukinya atau dia menginjaknya dengan kakinya sebagai bentuk perendahan atau melumurinya dengan benda-benda najis, semua inilah adalah kemurtadan, kita berlindung kepada Allah (dari perbuatan tersebut). Maka apabila dijumpai pada seorang muslim bentuk penghinaan terhadap al-Qur’an dengan terang-terangan, seperti seseorang menginjaknya dengan kakinya atau duduk di atasnya atau menodainya dengan benda najis atau dia mencacinya dan mencaci orang yang berbicara dengan al-Qur’an atau perbuatan lain yang sejenis, maka ini adalah kemurtadan dari Islam, kita berlindung kepada Allah…. Dan ini adalah kufur akbar (kafir yang mengeluarkan dari Islam). Kita memohon keselamatan kepada Allah. Na’am.”

🎙 Pembawa acara:
“Barakallahu fiykum.”

🍋 Thuwailibul ‘Ilmisy Syar’i (TwIS)

🖊 Abu Abdillah Rahmat

🔎 Muraja’ah: al-Ustadz Kharisman hafizhahullah

🗓 16 Shafar 1440 H
25 Oktober 2018

🇸🇦 Arabic

حكم إحراق القرآن سهواً وعمداً

السؤال: وهذه رسالة وردتنا من فتح الله جرجيس من العراق نينوى يقول في رسالته: ما جزاء من قام بحرق القرآن الكريم سهواً ولم يعرف إلا بعد ما مضى هذا الفعل؟

play

-01:27

max volume

الجواب: ليس عليه شيء ما دام سهواً أو حرقه عمداً؛ لأنه متقطع لا ينتفع به حرقه لئلا يمتهن فلا بأس عليه؛ لأن القرآن إذا تقطع وتمزق ولم ينتفع به يحرق أو يدفن في محل طيب حتى لا يمتهن، فإذا كان حرقه سهواً ما درى أنه قرآن فلا حرج عليه في ذلك أو حرقه عمداً لأنه متقطع ما يصلح للقراءة فيه فحرقه حتى لا يمتهن فلا بأس بذلك، أما إذا حرقه ساباً له كارهاً له مبغضاً له هذه ردة عن الإسلام نعوذ بالله الذي يحرقه كراهةً له وبغضاً له هذا منكر عظيم وردة عن الإسلام، وهكذا لو قعد عليه أو وطأ عليه برجله استهانةً له أو لطخه بالنجاسة كل هذا ردة عن الإسلام نعوذ بالله، فإذا وجد من المسلم استهانة للقرآن صريحة واضحة كأن يطأه برجله أو يجلس عليه بمقعدته ليقعد عليه أو يلطخه بالنجاسة أو يسبه ويسب من تكلم به أو ما أشبه هذا فإن هذا ردة عن الإسلام نعوذ بالله … وكفر أكبر نسأل الله العافية. نعم.
المقدم: بارك الله فيكم.
https://binbaz.org.sa/fatwas/7700/حكم-احراق-القران-سهوا-وعمدا