Menjauhi Kebid’ahan dan Ahlul Bid’ah.

0
8968

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

✅ Syaikh Ubaid al-Jabiri hafidzhahullah menyatakan: …”dan semua hal baru yang diada-adakan (dalam agama) adalah bid’ah. Jika ada seseorang muslim melakukan kebid’ahan, mengetahuinya, dan menentang, maka hendaknya (muslim lain) berlepas diri darinya dan memboikotnya jika memiliki kemampuan dalam meng-hajr (menjauhi)nya. Selama tidak ada menghasilkan mafsadah yang lebih besar dibandingkan maslahat yang diharapkan.

Dalam hal ini dilihat 2 keadaan:

1. Yang pertama, jika Ahlussunnah kuat maka mereka menghinakan Ahlul Bid’ah dan bersikap keras dalam ucapan, mengupayakan berbagai upaya untuk mengingkari, menghinakan, dan memperingatkan (umat) dari mereka, hingga mereka terhalangi dari kaum muslimin lain dan tidak bisa membuat kerusakan pada agama mereka.

2. Yang kedua, jika keadaannya adalah sebaliknya. Jika kedudukan Ahlul Bid’ah kuat, maka Ahlussunnah mencukupkan diri dengan membantah kebid’ahan hingga membersihkan agama Allah, dan hingga orang yang memiliki hati dan mau menyimak dengan baik, serta Diennya hidup (bisa mengambil manfaat, pent). Diharapkan saat seseorang memperingatkan (bahaya) kebid’ahan dan menjelaskan bahwa hal itu adalah bid’ah dengan dalil alQuran dan asSunnah (orang-orang semacam itu) bisa memahami dan meninggalkan kebid’ahan dan Ahlu Bid’ah. Kadangkala seorang muslim mendapatkan ujian sehingga tidak mampu memisahkan diri dari Ahlul Bid’ah karena mereka memiliki kekuasaan, atau karena jumlahnya banyak, atau karena kekuatan, dan sebagainya, maka dalam keadaan ini Allah tidaklah membebani di atas kemampuannya. Jika ia mampu untuk ber-amar ma’ruf nahi munkar, memperingatkan dari bid’ah, maka silakan dilakukan. Namun jika ia dikalahkan dalam keadaannya (dalam posisi lemah) dan tidak mampu ber-amar ma’ruf nahi munkar, maka ia mencukupkan mengingkari dengan hati, dan menghibur diri dengan ayat ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ عَلَيْكُمْ أَنفُسَكُمْ لاَ يَضُرُّكُم مَّن ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman, wajib bagi kalian menjaga diri kalian (sendiri). Tidaklah orang – orang yang tersesat bisa menimbulkan mudharat bagi kalian jika kalian mendapat petunjuk (Q.S al-Maidah:105).

(transkrip ceramah Syaikh Ubaid al-Jabiri dalam menjelaskan Syarhus Sunnah lil Muzani).

Kendari, 13 Ramadhan 1438 H / 8 Juni 2017.
~~~~~~~~~~~~~~~~

Dikutip dari Buku “Akidah Imam Al-Muzani (Murid Imam Asy-Syafii)”

Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.