TADABBUR SURAT AL-ANFAAL AYAT 24

0
11324

di tulis Oleh Al Ustadz Abu Utsman Kharisman

Allah Ta’ala berfirman:

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَاعْلَمُوٓا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِۦ وَأَنَّهُ ۥ ٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya *Allah membatasi antara manusia dan hatinya* dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.”
(QS. Al-Anfal: Ayat 24)

Ayat ini menjelaskan bahwa panggilan Allah dan Rasul-Nya jika dipenuhi dgn segera, akan menimbulkan kehidupan bagi pelakunya. Panggilan Allah dan Rasul-Nya adalah perintah dan laranganNya.

Jika orang yg beriman menjalankan perintah-Nya dan menjauhi laranganNya, hal itu akan memberikan kehidupan baginya di dunia dan di akhirat. Di antara kehidupan itu adalah kehidupan hati.

Jika seseorang tidak bersegera memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya, Allah menyebutkan ancaman: “ingatlah, sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya”…

Allahlah Yang Berkuasa membolak-balikkan hati manusia. Dialah yang memberi petunjuk atau menyesatkan hati seseorang.

Jika seseorang itu pertama kali mendapat panggilan dari Allah utk beriman, tapi dia menolak, hati-hati….bisa saja Allah akan palingkan hati orang tsb dari kebenaran

Allah Azza Wa Jalla berfirman:

وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصٰرَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِۦٓ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِى طُغْيٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ

“Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur’an), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan.”
(QS. Al-An’am: Ayat 110)

Seorang laki-laki yang secara berturut-turut 3 kali Jumat tidak menghadiri sholat Jumat (panggilan Allah) tanpa udzur, terancam akan tertutup hatinya

مَنْ تَرَكَ ثَلَاثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ

Barang siapa yang meninggalkan shalat Jum’at sebanyak tiga kali karena meremehkannya, maka Allah akan menutup hatinya (H.R Abu Dawud, dihasankan Syaikh al-Albaniy)

Seseorang yang tidak memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya (utk menjalankan kewajiban atau meninggalkan keharaman) jatuh dalam dosa. Setiap jatuh dalam dosa, hatinya akan berbintik hitam. Jika ia beristighfar dan bertaubat, bintik itu dibersihkan. Namun, jika ditambah dosa lagi akan bertambah bintik hitam hingga menjadi ar-Raan yg menutupi hatinya.

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ
{ كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ }

Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka diberikan dalam hatinya sebuah titik hitam dan apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan dan apabila ia kembali maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutup hatinya, dan itulah yang diistilahkan “Ar raan” yang Allah sebutkan:

كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

(QS. Almuthaffifin 14) (H.R atTirmidzi, dihasankan al-Albaniy)

arRaan itu adalah dosa di atas dosa hingga membutakan hati dan membuatnya mati, sebagaimana penjelasan para Ulama Salaf seperti al-Hasan al-Bashri, Mujahid, dan Qotadah.

Manusia sering lupa, bahwa utk hati yg berada dalam tubuhnya saja ia tidak punya kuasa penuh utk mengaturnya. “Allah membatasi antara manusia dengan hatinya”. Dialah Allah Yang Maha Berkuasa Membolak-balikkan hati.

Wallaahu A’lam

<< Disarikan dari Tafsir Ibn Katsir, Tafsir as-Sa’di, dan al-Muyassar, dengan beberapa penambahan >>