Beranda Adab dan Akhlaq KETENTUAN DAN ADAB BERDOA (3)

KETENTUAN DAN ADAB BERDOA (3)

4120
0
BERBAGI

Di tulis Oleh Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

6.Berdoa adalah Sebab Mendapatkan Ampunan Allah

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلَا أُبَالِي يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِي يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِي لَا تُشْرِكُ بِي شَيْئًا لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

Allah Tabaaroka Wa Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, selama engkau berdoa kepadaKu dan berharap kepadaKu, Aku ampuni engkau apapun yang ada padamu, Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika dosa-dosamu mencapai langit kemudian engkau memohon ampunan kepadaKu, Aku ampuni engkau dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau mendatangi aku dengan sepenuh bumi dosa, kemudian engkau mendatangi aku tidak mensekutukan Aku dengan suatu apapun, niscaya Aku akan mendatangimu dengan sepenuhnya ampunan (H.R atTirmidzi dari Anas bin Malik)

 

7.Keutamaan Mendoakan Saudara Sesama Muslim Tanpa Sepengetahuannya

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ قَالَتِ الْمَلاَئِكَةُ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

Jika seseorang berdoa untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya, Malaikat berkata: Aamiin dan engkau akan mendapatkan yang semisalnya (H.R Abu Dawud, asalnya ada dalam Shahih Muslim)

8.Jangan Mendoakan Keburukan untuk Diri Sendiri

لَا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَوْلَادِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ لَا تُوَافِقُوا مِنَ اللَّهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيهَا عَطَاءٌ فَيَسْتَجِيبُ لَكُمْ

Janganlah kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, anak, atau harta kalian. Jangan sampai bertepatan dengan waktu dari Allah yang jika seseorang meminta, Allah akan mengabulkannya (H.R Muslim)

9.Memperbanyak Doa Saat Lapang Agar Mudah Dikabulkan Saat Kesulitan

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيبَ اللَّهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالْكَرْبِ فَلْيُكْثِرِ الدُّعَاءَ فِي الرَّخَاءِ

Barangsiapa yang suka Allah kabulkan doanya ketika saat kesulitan dan genting, maka hendaknya ia memperbanyak doa saat lapang (banyak kemudahan) (H.R atTirmidzi, dihasankan al-Albaniy)

10.Banyak Berdoa, Termasuk Meminta Hal-Hal yang Kecil/Remeh

Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu anha menyatakan:

سَلُوا اللهَ كُلَّ شَيْءٍ , حَتَّى الشِّسْع , فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ , إِنْ لَمْ يُيَسِّرْهُ لَمْ يَتَيَسَّرْ

Mintalah kepada Allah segala sesuatu, hingga sekalipun tali sandal (yang putus, mintalah kepada Allah). Karena sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla jika tidak memudahkan sesuatu, sesuatu itu tidak akan berjalan dengan mudah (riwayat Ibnus Sunniy dengan sanad yang hasan)

11.Doanya Orang yang Banyak Berdzikir, Mudah Dikabulkan

ثَلَاثٌ لَا يَرُدُّ اللهُ دُعَاءَهُمْ الذَّاكِرُ اللهَ كَثِيْرًا وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ وَالْإِمَامُ الْمُقْسِطُ

Ada 3 kelompok orang yang Allah tidak akan menolak doa mereka: orang yang banyak berdzikir kepada Allah, doa orang yang terdzhalimi, dan pemimpin yang adil (H.R al-Baihaqiy dan al-Bazzar dari Abu Hurairah, dihasankan al-Albaniy)