Sekelumit Kisah Perpataian Di Yaman Dan Sikap Ulama Terhadapnya

0
380

 ..Perlu diketahui …

Yaman pun juga mengalami masa yang distilahkan oleh sebagian orang dengan ‘darurat untuk memilih demi membendung sebagian partai atau tokoh berbahaya’. Kita sudah melihat beberapa bahaya di atas. Ada partai syi’ah rafidhah, ada partai sosialis komunis.Yang agak ‘mendingan menurut kamus sebagian orang’ adalah Partai Ishlah (yang mirip PKS), dan Partai Rasyad (yang mengaku salafy).

 Namun…

Mari kita tengok sejenak, apa sikap para ulama ahlus sunnah mengahadapi situasi ini.Apakah mereka menganjurkan memilih Partai Ishlah?Apakah mereka menganjurkan memilih Partai Rasyad?

Tidak yang pertama, tidak pula yang kedua. Mereka tetap berjalan sesuai tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alihi wa salam dan diwarisi oleh para ulama, kurun demi kurun.

Mereka lebih berkosentrasi dalam mendidik masyarakat agar dapat membedakan mana yang haq dan mana yang bathil. Mereka justru serius menanamkan kepada masyarakat untuk kokoh berpegang kepada Allah Ta’ala dan ajaran-Nya dalam menghadapi berbagai problema hidup. Karena dengan sikap itulah keselamatannya akan terjaga. Terjaga dari kekeliruan, dan setelahnya menjadi sebab datangnya kemudahan dan pertolongan Allah Ta’ala.

 Para ulama Yaman justru mengeluarkan banyak pernyataan bahwa Partai Rasyad bukan dari salafy, bahkan partai ini dan orang-orangnya menyimpang dari jalannya salafy. Para ulama dan salafiyin Yaman menyatakan berlepas diri dari partai yang mengaku salafy ini.

Silahkan dilihat pada link-link berikut:

تبين حال حزبي الرشاد اليمني والنور المصري وعمرو خالد المصري والقرضاوي وطالبان الأفغاني

(Penjelasan tentang hakikat Partai Rasyad Yaman, Partai Nur Mesir, Amr bin Khalid Al-Mishry, Al-Qrdhawy, dan Taliban Afghanistan), oleh Syaikh Muhammad Al-Wushaby -berupa suara-:

http://www.olamayemen.com/download.php?attachement=1|2682&d=download

كلمة عن الحزب الجديد

(Pernyataan tentang partai baru -Partai Rasyad-), oleh Syaikh Muhammad Al-Imam -berupa suara-:

http://www.olamayemen.com/download.php?attachement=1|1967&d=download

براءة السلفيين في اليمن من الحزبية

(Salafiyun di Yaman berlepas diri dari perpartaian), sebuah jawaban dari Syaikh Muhammad Al-Imam -berupa tulisan-:

http://www.olamayemen.com/index.php?article_id=7881

براءة أهل السنة من حزب اتحاد الرشاد اليمني

(Ahlus Sunnah berlepas diri dari Partai Rasyad Yaman), sebuah pernyataan sikap dari Syaikh Abdul ‘Aziz Al-Bura’i -berupa tulisan-:

http://www.olamayemen.com/index.php?article_id=4307

الاستقامة و البراءة من حزب اتحاد الرشاد

(Istiqamah dan sikap berlepas diri dari Partai Rasyad), oleh Syaikh Abdul ‘Aziz Al-Bura’i -berupa suara-:

http://www.olamayemen.com/download.php?attachement=1|2819&d=download

كلمة للشيخ البرعي حفظه الله حول حزب اتحاد الرشاد اليمني

(Pernyataan Syaikh Abdul ‘Aziz Al-Bura’i seputar Partai Rasyad), ceramah oleh Syaikh Abdul ‘Aziz Al-Bura’i:

http://www.olamayemen.com/download.php?attachement=1|2818&d=download

(Partai baru), ceramah oleh Syaikh Utsman As-Salimy:

http://www.olamayemen.com/download.php?attachement=1|2718&d=download

القول الرشيد في الرد على من سمى نفسه بالحزب السلفي الجديد

(Pernyataan bijak dalam menyangkal orang-orang yang menamakan dirinya: Partai Salafy Baru), oleh Syaikh Muhammad Bamusa -berupa suara-: http://www.olamayemen.com/download.php?attachement=1|267&d=download

Apa yang kita pahami dari sikap para ulama di atas??

 Pertama: Mereka tidaklah ikut berpartisipasi dalam demokrasi, meski situasinya seperti ini. Dan tidak pula mereka menganjurkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi.Dan inilah yang kami saksikan langsung dengan mata kami dan kami dengar langsung dengan telinga kami.

 Kedua: Mereka begitu keras menyikapi partai yang mengaku salafy. Lalu, kira-kira apa sikap mereka terhadap partai yang selain itu, semacam Partai Ishlah yang memilki unsur kemiripan dengan PKS???

 Lihat lengkapnya di:

http://thalibmakbar.wordpress.com/2014/04/09/sekelumit-kisah-perpataian-di-yaman-dan-sikap-ulama-terhadapnya/#more-1021

 Terusan dari Abu Zubair Ma’bar

melalui al akh abu Abdillah Zaki ibnu salman

 WhatsApp Salafy Indonesia