x2 [tutup]

Bismillah
LAPORAN DONASI Dauroh Miratsul Anbiya ke-10 1435H/2014

Selengkapnya.....

Sangat bagus sekali bagi para pengajar untuk mengadakan perlombaan-perlombaan ilmiah bagi para pelajar karena perlombaan dapat menambah giatnya para pelajar dan kemampuan mereka dalam berpikir dan hafalan, sehingga otak-otak mereka akan terbuka terhadap ilmu-ilmu dan mereka akan merasakan kebahagiaan dan kegembiraan.

Perlombaan itu ada berbagai macam sehingga bagi pengajar wajib mengedepankan yang terpenting dari yang penting:

1.Menghafal Al-Qur’an

Pengajar, baik laki-laki maupun perempuan mampu membebankan kepada para pelajar yang laki-laki atau perempuan untuk menghafal satu surat Al-Qur’an atau satu juz kemudian diadakan lomba antara dua pelajar atau lebih kemudian bagi yang menang perlombaan diberi tanda yang bagus atau hadiah bagi yang menang dari peserta lomba. Ada kemungkinan untuk diperluas perlombaan ntersebut antar kelas, atau antar sekolah atau antar berbagai negara sebagaimana telah diselenggarakan oleh Kerajaan Saudi Arabia di media-media informasi.

a. Program

seorang anak yang menghafalkan beberapa ayat Al-Qur’an ini bisa memberikan semangat kepada anak-anak untuk menghafal Al-Qur’an, ditambah lagi dengan hadiah-hadiah yang diberikan kepada mereka.

b. Perlombaan

yang diselenggarakan oleh Departemen Haji dan Wakaf untuk menghafal Al-Qur’an, tafsirnya dan tajwidnya yang diadakan tiap tahun, dan memberikan semangat para peserta dengan disediakan hadiah-hadiah yang bersifat meteri dan maknawi, dan juga menerangkan kepada mereka tentang pahala yang besar bagi orang yang menghafalkan Al-Qur’an.

c. Program dengan nama “anak-anak islam”, yaitu program islami yang sukses yang diselenggarakan oleh Rabithotul ‘Alamil Islamy.

2. Menghafal hadits yang mulia

Seorang pengajar harus mengadakan perlombaan menghafal hadits-hadits nabawi karena hal ini sangat penting sekali, dan hadits adalah sumber kedua syariat setelah Al-Qur’anul Karim, dan memberikan faidah bagi pelajar untuk agama dan dunianya.

3. Bahasa Arab

Pengajar laki-laki atau perempuan apabila berbicara dengan pelajar harus dengan Bahasa Arab dan memberikan semangat kepada palajar dalam hal itu, mengadakan lomba untuk mereka berbicara dengan bahasa Arab kepada teman-teman dan pengajar-pengajar mereka, dan mendorong pelajar-pelajar yang menang, yang bagus percakapan Bahasa Arabnya dan melarang mereka berbicara dengan bahasa pasaran, sebagaimana yang dilakukan orang-orang awam.

4. Menghafal Syair

Kita harus mendorong pelajar untuk menghafalkan bait-bait syair yang menpunyai makna-makna yang bagus, yang menyeru kepada tauhid dan jihad. Rasulullah ketika beliau dan para sahabat menggali parit, beliau melantunkan syairnya Ibnu Rawahah:

Demi Allah, kalau bukan Allah kita tidak akan mendapat petunjuk

Tidak pula kita bersedekah, tidak pula shalat

Allah yang sungguh-sungguh telah menurunkan ketenangan kepada kita

Dan mengokohkan kaki-kaki apabila kita menghadapi para muusyrikin yang telah melampaui batas terhadap kita

Ketika mereka menginginkan fitnah bapak-bapak kita

(Beliau mengeraskan suara beliau: Bapak-bapak kita, bapak-bapak kita). [Muttafaqun ‘alaih]

(dikutip dari buku Kiat Mendidik Anak, Pustaka Al Haura’)

Sambutan

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Ta’ala. Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarganya serta para sahabatnya nan mulia. Atas pertolongan Allah Ta’ala, Salafy.or.id bisa ditayangkan kembali setelah beberapa saat undur diri dari dunia maya. Berbagai sisi coba kami benahi. Meski dengan upaya tersebut, masih terasa banyak kekurangan yang… Selengkapnya »

Meniti Jejak Salafush Shalih

© 2013 Salafy.or.id . Silakan mengutip isi artikel dari salafy.or.id dengan Syarat bukan untuk tujuan komersial, tidak mengubah isi artikel baik menambah atau mengurangi dan menyebutkan alamat sumbernya (link/url)