Bagaimana Daulah Islamiyah Tegak Pada Masa Kenabian

0
217

1. Diawali dengan dakwah

Rasulullah shalallahu’alaihiwassalam memulai dakwah beliau di Mekkah dan sedikit sekali yang beriman kepada beliau, kemudian makin bertambah jumlah mereka.

2. Pembentukan jama’ah

Setelah itu Rasulullah Shalallahu’alaihiwassalam mampu membentuk jama’ah di Mekkah dan mendidik jama’ah ini di atas tauhid yang terwujud dalam kalimat Laailaaha illallaah maknanya tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah, karena sesembahan-sesembahan yang batil banyak sekali sedangkan sesembahan yang benar hanyalah Allah yang Maha Suci lagi Maha Tinggi. Dan dalilnya adalah firman Allah’Ajawajalla:

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

“(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” [Qs. Al-Hajj:62]

Rasulullah Shalallahu’alaihiwassalam juga telah mengabarkan tetang satu jenis ibadah yang penting dari berbagai macam ibadah. Beliau bersabda:”Doa adalah ibadah” [HR At-Tirmidzi,dan ia berkata: hadits hasan shahih].

Sungguh Rasulullah Shalallahu’alaihiwassalam bersama jama’ah beliau telah memikul berbagai macam ujian dari kaum musyrikin di Mekkah dan beliau memerintahkan mereka untuk bersabar sampai datang kemenangan.

3. Memperluas jama’ah

Setelah beliau membentuk jama’ah di Mekkah, beliau mulai mencari jama’ah yang lain di Madinah. Beliau menemui mereka pada musim haji, beliau mendakwahkan islam kepada mereka, membaiat mereka dengan baiat ‘Aqobah pertama dan kedua.

4. Mementingkan tauhid

Prioritas Rasulullah terhadap tauhid sangat nampak, ketika beliau mengutus Mu’adz ke Yaman beliau bersabda kepadanya:

“Maka jadikanlah awal yang kamu dakwahkan kepada mereka adalah syahadat laa ilaaha illallaah.” (Dan dalam satu riwayat: sampai mereka mentauhidkan Allah)  [Muttafaqun’alaih]

Maka siapa yang ingin menegakkan Daulah Islamiyyah wajib atasnya untuk memulai dengan aqidah tauhid karena mencontoh Rasulullah sang panglima Shalallahu’alaihiwassalam, dan siapa yang menyelisihi jalan ini, maka pasti akan gagal karena dia telah menyelisihi jalan nabawiyah dalam penegakan Daulah Islamiyah sehingga harus ditegakkan Daulah Islamiyyah dalam hati dan asanya adalah aqidah tauhid sampai daulah ini tegak di atas bumi.

Telah berkata seorang dai dari zaman ini:

“Tegakkanlah Daulah Islamiyah dalam hati-hati kalian, pasti akan ditegakkan Daulah Islamiyah untuk kalian diatas bumi kalian.”

Sehingga wajib atas kita untuk menerapkan pengajaran-pengajaran islam dan yang paling penting adalah tauhid pada diri-diri kita, keluarga kita dan jama’ah kita sampai diberi kemenangan.

Soal:

Sebagian orang mengatakan bahwa islam akan kembali dimulai dari pemerintahan. Sebagian yang lain mengatakan: Islam akan kembali dari jalan pembenahan aqidah dan pendidikan jama’ah. Maka mana yang benar?

Jawab:

Telah menjawab soal ini dai besar Muhammad Quthb dalam muhadhoroh (pengajian) yang dia sampaikan di Darul Hadits Al-Makkiyyah di Mekkah Al-Mukarromah. Dia berkata: Darimana datangnya pemerintahan agama ini di dunia kalau bukan dari  para dai yang membenahi akidah, yang mereka beriman dengan iman yang benar, yang diuji karena agama mereka kemudian mereka bersabar, yang mereka berjihad di jalan Allah sehingga agama Allah menjadi hukum di dunia. Perkara yang sangat jelas sekali, seorang hakim tidak datang dari langit, tidak turun dari langit bahkan segala sesuatu datang dari langit, akan tetapi dengan kesungguhan dari manusia yang telah Allah wajibkan atas manusia. Allah ‘Ajawajalla berfirman:

“Apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain.” [Qs.Muhammad: 62]

5. Masyarakat yang sholeh

Rasulullah Shalallahu’alaihiwassalam telah menyiapkan lingkungan yang sholih di Madinah sebelum hijrah. Dan ketika beliau hijrah bersama beliau membentuk masyarakat muslim dari kalangan muhajirin (sahabat yang hijrah dari Mekkah ke Madinah) dan dari kalangan anshor (sahabat penolong yaitu penduduk Madinah) di atas asas-asas tauhid dan kasih sayang sehingga terbentuklah pemerintahan islamiyyah yang Rasulullah Shalallahu’alaihiwassalam menghukumi dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Kemudian setelah beliau, para khulafaur rasyidin mereka menempuh jalan beliau ini sehingga mereka dapat menaklukkan negara-negara dan menyampaikan agama ini kepada kita dengan sempurna. Sehingga pertolongan Allah senantiasa bersama mereka.